Selasa, 05 Mei 2026

Bersama doamu, Bunda Maria

Ada beban di pundakku berat.

Ada gelisah di dalam hatiku.

Ku melangkah sendiri terasa lemah.

Namun kurindu terang kasih Tuhan.


Maka ku datang padamu, Bunda.

Kupanjatkan doa di hadapan-Mu.

Kau dengar bisikan hati,

Kau bawa pada Putra Yesus Kristus, juru selamat dunia.


Perantara yang terpercaya, doakanlah aku.

Sebab kau dekat dengan-Nya.

Kau ibu bagi kami.

Bawalah doaku ke hadapan Putra-Mu.

Arahkan hatiku hanya pada Yesus.


Kupercaya

Engkau mendukung langkahku dengan doa yang murni dan penuh kasih.


Terima kasih Bunda atas penyertaan-Mu

Yang menuntunku pada Kristus Tuhanku

By: Lusi Tapo Kwure

Sejenak Bersama Bunda Maria

Akhir-akhir ini dunia terasa begitu berat.

Banyak hal berubah begitu cepat.

Kami datang dengan hati lelah, gelisah, dan bingung.

Mencari petunjuk pada-Mu agar kami tidak merasa sendirian.


Dalam doa kami berusaha tenang.

Kami ingin mendengarkan apa yang Engkau katakan.

Ajarkanlah kami untuk tetap percaya,

Bahkan ketika arah hidup kami sering tidak jelas.


Bunda Maria, bantulah kami memahami pesan kasih

Yang dapat menenangkan hati kami.

Tuntunlah kami kepada Yesus Kristus,

Agar kami dapat menemukan damai yang sejati.


Meskipun kami tahu dunia saat ini penuh dengan kekhawatiran,

Kami percaya Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kami.


Banyak orang tidak tahu apa yang harus dilakukan.

Semua orang sepertinya mencari sesuatu untuk dipegang

Melalui pesan-Mu.

Engkau mengingatkan kami bahwa Tuhan masih bekerja

Meskipun kami tidak dapat melihat-Nya.


Ketika doa menjadi satu-satunya kekuatan kami,

Kami merasa Engkau selalu memanggil kami kembali.

Engkau mengingatkan kami pada hal-hal sederhana.

Bahwa cinta Tuhan selalu lebih besar.


Bunda Maria, bantulah kami memahami pesan kasih

Yang dapat menenangkan hati kami.

Tuntunlah kami kepada Yesus Kristus,

Agar kami dapat menemukan damai yang sejati.


Meskipun kami tahu dunia saat ini penuh dengan kekhawatiran.

Kami percaya Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kami.


Tuhan tolong kuatkanlah kami.

Terkadang kami tidak tahu ke mana harus pergi.

Jadikan kami pembawa harapan bagi mereka yang juga terluka.


Bunda Maria teruslah membimbing kami

Dengan pesan-pesan yang membawa kami ke cahaya.

Kami berjalan di bawah perlindungan-Mu.

Dalam kasih Kristus kami diperkuat kembali.


Meskipun dunia saat ini penuh dengan kekhawatiran,

Kami tetap percaya Tuhan selalu bersama kami.


Amin.

By: Lusia Tapo Kwure

Bunda Maria, peluk aku sebentar saja

Bunda Maria, hari ini kini aku merasa

hidupku penuh dengan beban.

Ada hal-hal yang sulit kuungkapkan.

Aku mencoba kuat tapi lelah rasanya.

Dan aku hanya butuh tempat untuk bercerita.


Dalam doa yang sederhana ini,

aku menyerahkan cerita-cerita peluhku kepadamu, Bunda.

Sebab aku tahu sebagai seorang ibu,

kau selalu memeluk dan siap mendengar keluhku.


Chorus:

Bunda Maria, peluk aku sebentar saja

agar aku merasa tenang.

Dan tolong bisikan bahwa aku tidak sendirian.

Tuhan masih memegang hidupku.

Bunda, peluk aku sebentar saja sampai hatiku kembali kuat.


Bunda Maria, kadang aku bingung harus bagaimana.

Segalanya terasa tidak menentu.

Tapi ketika kusebut namamu perlahan,

ada damai kecil yang mulai tumbuh.

Sebab aku tahu sebagai seorang ibu,

kau selalu memelukku dengan penuh kehangatan.


Bunda Maria, aku datang apa adanya

dengan hati yang penuh kekhawatiran.

Tolong tuntun aku kembali pada kasih putramu

agar aku bisa berjalan dengan tenang.


(Chorus)

Bunda Maria, peluk aku sebentar saja

agar aku merasa tenang.

Dan tolong bisikan bahwa aku tidak sendirian.

Tuhan masih memegang hidupku.

Bunda, peluk aku sebentar saja sampai hati kembali kuat.


Jika aku harus melangkah lagi,

bantu aku melakukannya dengan iman.

Jangan biarkan aku hilang arah

sebab aku ingin tetap bersama Tuhan.


Bunda Maria, peluk aku sebentar saja.

Biarkan kasih putramu menguatkanku.

Dalam pelukan hangatmu, aku kembali menemukan harapan yang sempat hilang.

Aku [mohon] sebentar saja.

Dan setelah itu aku siap melangkah lagi dengan iman yang teguh.

By: Lucia Tapo Kwure