Bunda Maria, hari ini kini aku merasa
hidupku penuh dengan beban.
Ada hal-hal yang sulit kuungkapkan.
Aku mencoba kuat tapi lelah rasanya.
Dan aku hanya butuh tempat untuk bercerita.
Dalam doa yang sederhana ini,
aku menyerahkan cerita-cerita peluhku kepadamu, Bunda.
Sebab aku tahu sebagai seorang ibu,
kau selalu memeluk dan siap mendengar keluhku.
Chorus:
Bunda Maria, peluk aku sebentar saja
agar aku merasa tenang.
Dan tolong bisikan bahwa aku tidak sendirian.
Tuhan masih memegang hidupku.
Bunda, peluk aku sebentar saja sampai hatiku kembali kuat.
Bunda Maria, kadang aku bingung harus bagaimana.
Segalanya terasa tidak menentu.
Tapi ketika kusebut namamu perlahan,
ada damai kecil yang mulai tumbuh.
Sebab aku tahu sebagai seorang ibu,
kau selalu memelukku dengan penuh kehangatan.
Bunda Maria, aku datang apa adanya
dengan hati yang penuh kekhawatiran.
Tolong tuntun aku kembali pada kasih putramu
agar aku bisa berjalan dengan tenang.
(Chorus)
Bunda Maria, peluk aku sebentar saja
agar aku merasa tenang.
Dan tolong bisikan bahwa aku tidak sendirian.
Tuhan masih memegang hidupku.
Bunda, peluk aku sebentar saja sampai hati kembali kuat.
Jika aku harus melangkah lagi,
bantu aku melakukannya dengan iman.
Jangan biarkan aku hilang arah
sebab aku ingin tetap bersama Tuhan.
Bunda Maria, peluk aku sebentar saja.
Biarkan kasih putramu menguatkanku.
Dalam pelukan hangatmu, aku kembali menemukan harapan yang sempat hilang.
Aku [mohon] sebentar saja.
Dan setelah itu aku siap melangkah lagi dengan iman yang teguh.
By: Lucia Tapo Kwure